Magento Mengalihkan Duniaku

July 1, 2019 by Badwi

Magento, kali pertama mendengarnya, saya kira dia adalah CMS semacam Wordpress, Drupal, dkk. Makanya saat ditanya berapa lama bisa menyelesaikan project ecommerce di tempat kerja saya sebelumnya, dengan PD-nya saya jawab… hmm, pokoknya saya pikir bisa cepat.

Tapi ternyata harapan tak seindah kenyataan. plakk! Tapi tululnya, saya masih mengulanginya lagi saat kali pertama masuk ke tempat kerja berikutnya, yang pake Magento juga.

Kesalahan utama saya adalah belum kenal betul dengan si doi, tapi sotoy. Sekarang saya jadi semakin trauma dengan kata-kata berapa lama.

Eh kok malah curhat..!

OK, jadi, si Magento ini sebuah framework ecommerce PHP –full OOP– yang cukup populer, dan beberapa waktu lalu menjadi milik Adobe setelah mengakuisisi perusahaan pengembangnya. Ada dua versi lisensi yang ditawarkan, yaitu Community Edition (CE) dan Enterprise Edition (EE). Yang pertama disebut itu gratis, sedangkan yang kedua berbayar. Jelas.

Versi rilis terkini Magento yaitu 2.3.2 baik CE maupun EE. Fitur yang ditonjolkan pada versi ini antara lain implementasi GraphQL dan PWA.

Beberapa pattern Magento mengingatkan ke Qt framework, sebuah framework C++ yang dulu –dulu sekali– saya pernah berkutat juga, tapi belum khatam. Sedangkan pattern yang lain, terutama buat front end-nya, yang pakai RequireJS, KnockoutJS, cukup menguras waktu untuk mempelajarinya. Harusnya bisa lebih cepat kalo minta tutor ke atasan saya, tapi sering gak enak aja kalo mau minta waktu. Ya akhirnya kembali ke kebiasaan lama, belajar sendiri, dan lamaaa.

© 2017 | Hucore theme & Hugo